♥ Baca iiuuukk...giVe uR coMMent yiia,.. ♥


Selasa, 22 Juli 2008

Mengkritisi Budaya Belajar Kita,..


Artikel ini aku tulis setelah berdiskusi dengan beberapa rekan kantorku di tempat aku magang. Tadinya sih, kami hanya saling bercerita tentang pengalaman-pengalaman kami ketika di sekolah. Tapi lama-lama, diskusi kami berlanjut tentang cara belajar dan diajar kami ketika menimba ilmu selama bertahun-tahun di bangku sekolah.


Tulisan ini aku buat bukan semata-mata karena cara belajarku sudah bagus dan patut diteladani. Sama sekali bukan. Tulisan ini hanya sebagai bukti kesadaranku bahwa proses belajar yang sudah 11 tahun aku jalani ini sering kali sia-sia.


Sudah berapa bidang study yang kita pelajari? Matematika, Bahasa, IPA, IPS, dan beberapa mata pelajaran lain yang mungkin sudah kita lupa materinya apa. Sering kali, ketika kita belajar di sekolah, niatan kita hanya untuk mendapatkan nilai yang baik dan bisa lulus sekolah dengan hasil yang membanggakan. Karena itulah, banyak siswa-siswi yang menyontek ketika ujian dilaksanakan. Kita tidak pernah berfikir “Untuk apa ya saya belajar ini…?”, “Apa yang akan saya hasilkan jika mempelajari ini..?”, ”Dalam hal apa saya bisa mempraktekannya…?”, “Kelak saya bisa jadi apa kalau belajar ini…?”. Pernahkah anda memikirkannya? Jika pernah, sungguh saya ingin belajar dari anda!!


Memang sih, ada beberapa orang yang juga pernah memikirkannya. Tapi hanya sebatas berfikir, tanpa ada realisasi yang jelas. Sering kali kita hanya sekedar berfikir dan menyimpan pertanyaan-pertanyaan tersebut dalam hati saja. Karena itu, jadilah masyarakat kita seperti sekarang ini. Orang-orang yang hanya belajar untuk mendapatkan gelar akademis, pekerjaan yang layak serta kebebasan financial dengan cara yang instan. Sehingga pelajar-pelajarpun terinfeksi oleh budaya semacam ini. Aksi contek-mencontek yang semakin marak, pembocoran soal ujian, dan hal-hal jelek lainnya.


Misalnya saja, suatu ketika temanku pernah bertanya pada guru matematika yang sedang mengajar dikelas. Saat itu materi yang sedang dibahas adalah persamaan dan pertidaksamaan linear. Ketika session pertanyaan, temanku bertanya “Di kehidupan sehari-hari persamaan linear itu kita aplikasikan dimana ya bu?”, dan guruku menjawab, “Kalian cari saja di buku, dimana saja biasanya persamaan linear itu diaplikasikan”. Gubrakkkk !! Aku tidak tahu apa maksud dari jawaban guruku itu. Entah itu karena dia ingin siswa-siswinya belajar mandiri atau memang karena dia tidak tahu. Yang jelas, saat itu aku dan temanku mencarinya dalam buku-buku matematika yang kami pelajari. Tapi pertanyaan kami sama sekali tidak ada yang membahas. Yang ada hanya pembahasan rumus dan contoh-contoh soal. Lalu siapa yang mesti kami pintai jawab?


Setelah kejadian itu, aku jadi semakin mengerti bahwa budaya semacam itu bukan hanya menginfeksi para pelajar saja, tapi guru-gurunya juga. Murid-murid belajar hanya untuk mendapatkan nilai yang bagus, dan guru mengajar hanya untuk mendapatkan gaji dari pemerintah. Tidak ada lagi rasa ingin tahu dan kritisasi akan ilmu.


Kita terus berdoa dan berusaha, semoga budaya-budaya seperti ini akan segera lenyap dari dunia pendidikan Indonesia. Kalo tetep kaya gini, apa kata dunia??


Bravo Education…Bravo Indonesia !!!

Continue...

Senin, 21 Juli 2008

ALLAH Koq Gak Adil Yaaa...


Setiap manusia, memiliki kehidupan yang berbeda-beda. Fisik yang berbeda, keluarga yang berbeda, rizki yang berbeda, dan segala perbedaan yang tidak bisa disebutkan satu-persatu. Sebagai manusia yang tidak pernah puas, tentu kita selalu menginginkan yang terbaik. Ketika kita menemukan diri kita tidak sesempurna orang lain, sering kali kita berkata, "Allah koq gak adil yaa..."

Hal ini sering kali aku temukan di lingkungan teman-teman sebayaku, termasuk akupun pernah merasakannya. Keluarga yang tidak sempurna, ekonomi yang lemah, otak pas-pas’an, dan kekurangan-kekurangan lain yang dimiliki manusia. Kita lebih sering menengadah ke atas dari pada menunduk pada nasib masyarakat bawah.

Ketika kita merasa keluarga kita tidak sempurna, bukankah masih ada beribu-ribu anak yatim piatu yang bahkan tidak tahu siapa orang tua mereka?

Ketika kita sadar bahwa otak kita tidak secerdas orang lain, sadarlah bahwa di dunia ini masih ada berjuta-juta orang yang belum bisa membaca dan menulis.

Ketika kita terhimpit kesulitan ekonomi, ingatkah kita masih ada beribu-ribu keluarga yang hanya bisa makan nasi aking setiap harinya?

Ketika paras kita tidak secantik atau setampan orang lain, tengoklah ke rumah rumah sakit. Begitu banyak penderita bibir sumbing, cacat mata, dan penderita penyakit-penyakit lainnya yang tidak seberuntung kita.

Begitu banyak ketika yang hanya akan mengganggu kehidupan kita, jika kita terus mengeluh dan tak mensyukurinya. Bukankah Allah akan menambah nikmat-Nya jika kita mensyukurinya?

Allah telah merancang skenario kehidupan kita dengan sebaik-baiknya. Semua perbedaan-perbedaan yang ada diantara manusia, hanyalah sebuah cobaan yang Allah berikan kepada hamba-hamba-Nya. Ketika kita dianugerahkan kehidupan yang sempurna, apakah kita bersyukur atau malah menjadi sombong? Ketika kita, diberi kehidupan yang serba pas-pas’an, apakah kita tetap survive atau malah berputus-asa? Yakinlah, bahwa segala perbedaan yang Allah berikan, adalah sebuah cobaan untuk mengukur tingkat ketaqwaan kita.

Sebagai manusia, tentunya kita hanya bisa berdoa dan berikhtiar untuk merubah nasib kita dan menjadi manusia yang lebih baik. Semua kekurangan dan kelebihan yang kita miliki harus dijadikan acuan untuk berusaha lebih baik. Sebagaimana tertulis dalam Al-Quran, "Sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum sehingga mereka merubah nasibnya sendiri". Karena itu,
Don’t Give Up n Keep Work Hard !!
Continue...

Senin, 14 Juli 2008

Bismillah, Ini Tentang Cinta-Ali Imron El-Shirazy

Ini adalah novel paling tebal yang pernah aku baca. Jumlah halamannya sekitar 455 halaman. Namun begitu, novel ini sama sekali tidak membuat para pembacanya jenuh untuk membaca halaman demi halaman cerita dalam novel ini. Bahkan membuat aku penasaran dan sulit berhenti, kecuali jika ada hal yang penting.


Novel ini bercerita tentang seorang murid SMA bernama Haydar beserta 2 orang gadis yang kemudian menjadi takdirnya, Salma dan Lexa. Sebuah cinta segitiga yang dialami anak-anak remaja namun berakhir dengan indah.


Jika kita membaca sekilas alur cerintanya, pasti kita akan berfikir bahwa novel ini mirip dengan novel Ayat-ayat Cinta karya Habiburrahman El-Shirazy. Tapi tidak sepenuhnya. Karena ketika membacanya kita akan menemukan banyak hal yang berbeda. Kita tidak akan menemukan sosok seperti Fahri yang sangat sempurna dan sangat taat. Melainkan sosok Haydar Ali Said seorang anak SMA yang masih nakal, anak band, humoris namun tetap religius. Kemiripan akan kita temukan pada sosok pemeran wanita, Lexa dan Salma. Salma mirip denga sosok Aisha, dan Lexa mirip dengan Maria. Namun tetap saja ada hal yang berbeda, Misalnya latar belakang Lexa yang berasal dari keluarga yang berantakan. Perbedaan lain juga kita temukan pada setting cerita yang bertempat di Kota Semarang, berbeda dengan novel Ayat-ayat Cinta yang bernafaskan timur tengah.


Aku mendapatkan banyak sekali pelajaran dari novel ini, sampai aku lupa dan harus mengingat-ngingatnya dulu. Penulis menyisipkan banyak sekali pesan moral melalui alur cerita yang kadang kala lucu dan menyentuh, hingga pembacanya menitikkan air mata, termasuk aku.


Pertama, tentang kebaktian seorang anak kepada ibunya. Pada bab 19, halaman 253. Ketika sebuah puisi dalam jam pelajaran bahasa inggris menyadarkan Haydar akan arti seorang ibu. Bagaimana seorang anak sering lupa akan keberadaan ibunya dan lebih mementingkan teman-temannya, bahkan pacarnya daripada ibunya sendiri. Saat itu juga Haydar menyiapkan sebuah kado ulang tahun untuk ibunya, walaupun uang itu akan ia gunakan untuk mengganti handphonenya yang telah rusak. Sesuatu yang jarang seorang anak lakukan pada ibunya.


Kedua, tentang kerja keras. Sebenarnya Haydar bukan berasal dari keluarga yang miskin. Tapi hanya karena ia ingin belajar bekerja keras dan meringankan beban ibunya yang sudah menjanda, ia bekerja sebagai loper Koran sebelum ia berangkat sekolah. Begitu juga dengan hobinya menulis. Walaupun tulisan yang ia kirimkan selalu ditolak, ia tetap tidak menyerah walaupun ia sampai jatuh sakit. Ia hanya yakin akan sebuah kata bijak yang ia tempel di kamarnya, bahwa "Akan ada satu keberhasilan diantara seribu kegagalan". Walaupun akhirnya ia sempat merasa putus asa, saat itulah ia mendapatkan keberhasilan ketika novelnya dijadikan cerbung dalam sebuah Koran lokal. Sebuah pelajaran bagi kita untuk tidak mudah menyerah untuk menggapai cita-cita dan terus berusaha.


Ketiga, tentang arti sebuah persahabatan. Penulis menyajikan sebuah cerita persahabatan yang konyol dan menyentuh. Sebuah cerita persahabatan yang indah kala SMA. Novel ini mengajarkan kita bagaimana mengikat tali persahabatan sesama teman. Misalnya dengan saling memberi kado saat ulang tahun, dan surprise-surprise lainnya. Ketika Haydar terluka dan ingin balas dendam, teman-temannya tidak sungkan membantunya, bahkan ketika mereka harus masuk bui bersama, mereka tidak saling menyalahkan tapi saling berpelukan dan memberi semangat. Disinilah kita belajar ikhlas, saling menerima, dan setia kawan. That’s a beautiful friendship….


Keempat, tentang bagaimana seharusnya seseorang menyingkapi cinta. Ketika Haydar sangat mencintai Salma, ia hanya bisa melihatnya dari jauh dan mencoba menjaganya semampu yang ia bisa, tanpa berharap apapun untuk menjaga kesucian cintanya. Begitu juga dengan Salma dan Lexa yang sama-sama mencintai Haydar, mereka tetap mampu menjaga hati mereka dari cinta yang belum saatnya. Disini kita diajarkan bagaimana seharusnya menyingkapi cinta yang sesungguhnya, dengan sebenar-benarnya. Agar cinta yang kita jalani menjadi cinta yang berkah dan berpahala.


Kelima, tentang semangat untuk tidak menyerah pada takdir. Lexa adalah seorang gadis yang berasal dari keluarga yang berantakan. Ayahnya telah meninggalkannya sejak ia kecil. Masa lalunya pun suram. Ia sering disakiti dan dianiaya oleh ayahnya. Tapi itu tak membuatnya berkecil hati. Ia tetap bisa menjadi juara di berbagai mata lomba, bahkan menjadi juara umum. Dari situlah kita belajar untuk tidak menyerah pada takdir dan tetap survive dengan mengembangkan potensi yang kita miliki, walau sepahit apapun cobaan menerpa kita. Kita tetap bisa menjadi bintang, seterang bintang yang menyinari gelapnya malam,...


Terakhir, tentang keikhlasan. Ada sebuah kalimat yang bagiku sangat menyentuh. Ketika Lexa akhirnya diperkosa dan berbicara dengan Haydar sambil terisak, Haydar berkata “Please, jangan bunuh aku dengan dengan kata-kata itu. Aku sakit mendengarnya. Hentikanlah kata-kata itu. Kamu masih bersih, suci….seperti bulir salju yang masih turun. Seperti mutiara yang belum tersentuh. Seperti mata air paling bening di hutan yang paling dalam. Kamu masih suci. Kamu masih Putri Saljuku…”. Bahkan seketika itu juga Haydar melamar Lexa yang masih terbaring di Rumah Sakit. (So Sweeettt banget ga sih,..) Sesuatu yang mungkin tidak akan dilakukan oleh laki-laki lain. Tapi disini, kita belajar ikhlas. Dari Haydar yang menerima Lexa apa adanya, dan dari Lexa yang rela berbagi suami dengan Salma yang sama-sama mencintai Haydar. Kenyataan memang tak selamanya manis, selalu terselip kepahitan didalamnya. Dan disanalah kita belajar arti keikhlasan…


Setidaknya, keenam hal itulah yang aku pelajari dari novel ini. Sama seperti jumlah rukun iman yang biasa aku hafal semasa TK. Setiap pelajaran itu aku dapat melalui alur cerita yang lucu, unik dan menyentuh.


Selain itu, novel ini juga bisa dijadikan ajang berlatih bahasa inggris dan bahasa jawa dalam beberapa dialog disertai dengan artinya. Sehingga pembaca tidak kesulitan untuk mengikuti alur cerita. Novel ini juga banyak berisi guyonan-guyonan yang terkesan nakal tapi menyegarkan. Misalnya kata boksi (bokong seksi) dan boby (bokong byadab) yang dibalut dalam dialog yang konyol dan mengundang tawa pembaca.


Penulis juga pandai menyembunyikan the real story dan membuat teka-teki sehingga membuat pembaca penasaran dan semakin ingin membaca. Misalnya ketika Haydar dilarikan ke Rumah Sakit setelah ditusuk oleh Ariel Cs, penulis hanya menyebutkan bahwa yang menyelamatkan Haydar adalah seorang laki-laki. Hal inilah yang membuat pembaca bertanya-tanya siapa sebenarnya laki-laki itu. Dan setelah bercerita kesana kemari, barulah penulis menyingkap cerita yang sebenarnya dengan sejelas-jelasnya.


Walaupun novel ini punya beberapa kesamaan dengan AAC, tapi novel ini juga tetap mempunyai ciri khas. Yaitu pada kemasan ceritanya yang masih remaja banget, namun tetap tidak meninggalkan sisi agamisnya. Sehingga cocok dibaca oleh pecinta novel remaja. Lain halnya dengan novel AAC yang terkesan lebih dewasa dan sangat religius.


Akan sangat sulit jika harus membandingkan dua novel yang sama hebatnya. “Ayat-ayat Cinta” karya Habiburrahman El-Shirazy dan “Bismillah, ini tentang cinta” karya Ali Imron El-Shirazy. Apalagi mereka berdua kakak beradik. Keduanya sama-sama memiliki kemampuan yang hebat untuk memikat para pembaca novelnya.


Jika dinilai dari segi alur cerita, aku lebih menyukai karya kang Ali, karena terkesan kocak dan lebih menghibur. Sedangkan kalau dinilai dari segi agama dan kedewasaan, maka novel Ayat-ayat Cintalah yang lebih unggul. Jadi menurutku tidak ada yang lebih buruk dan lebih jelek diantara keduanya. Karena masing-masing memiliki keunggulan tersendiri. Dan yang jelas, I like this novel so much!!

Continue...

Kamis, 10 Juli 2008

Mengatasi Sakit Kepala,..

ar
Banyak cara yang orang lakukan untuk mengatasi pusing atau sakit kepala. Seperti minum obat, dipijat, tidur, atau bahkan membentur-benturkan kepala. Tapi ada satu cara lain yang belum banyak orang lakukan ketika menderita sakit kepala, yaitu minum air hangat. Bisa teh manis, teh tawar, susu, atau air putih biasa. tapi diusahakan untuk tidak meminum minuman yang berat seperti kopi atau minuman-minuman kemasan yang diseduh, karena didalamnya terdapat zat-zat yang tidak baik untuk kesehatan, dan hanya akan memperburuk kondisi kita.

Ketika kita merasakan sakit kepala, kepala kita terasa berat dan leherpun terasa pegal. Karena itu banyak orang yang mengatasinya dengan memijit-mijit kepala atau leher atau sekedar minum obat dari warung atau dari dokter. Hal itu bisa saja dilakukan, tapi bagaimana kalau ga ada yang mijitin? atau obat juga ga tersedia? Minum air hangat dapat dijadikan alternatif lain untuk mengatasinya.

Caranya, buatlah segelas air hangat yang kita suka, teh hangat atau susu bisa jadi pilihan utama, asal bukan minuman yang berat. Usahakan minuman tersebut tidak terlalu dingin agar khasiatnya lebih terasa. Kemudian istirahatlah sejenak, dan tidak lama kemudian kita akan merasakan keringat mulai keluar dari pori-pori kita. Saat itulah sakit kepala yang kita rasakan akan mulai berkurang.

Setelah sakit kepala mulai sembuh, usahakan jangan dulu tidur terlalu lama, karena sakit kepala dapat timbul kembali (kecuali jika kita sakit kepala karena kurang tidur). Beraktifitaslah seperti biasa, makan dan minumlah yang banyak, karena itu akan membantu meningkatkan stamina kita kembali.
Semoga bermanfaat ya,.. :)

Continue...

Rabu, 09 Juli 2008

Tips dan Trik Mengerjakan Akuntansi,..


Mungkin bagi sebagian orang, akuntansi adalah ilmu yang membosankan (bagiku juga sih ^_^). Mulai dari pengumpulan bukti transaksi, formulir-formulir, pembukuan, sampai pembuatan laporan keuangan yang sangat menjemukan. Jika kita sedikit saja melakukan kesalahan, maka akibatnya akan sangat fatal, masa depan perusahaan bisa jadi taruhannya. Karena itu, disini aku akan sedikit membahas tentang Tips dan Trik mengerjakan akuntansi khususnya bagi pelajar-pelajar yang punya guru-guru akuntansi yang killer seperti diriku ini ^_^.

1. Sabar
Seorang akuntan atau yang sedang belajar akuntansi, harus memiliki sifat penyabar. Karena dalam proses pengerjaannya, kita akan banyak menemukan masalah. Saldo neraca tidak balance, saldo laba di neraca lajur tidak sama dengan laporan laba rugi, semua itu butuh kesabaran dalam menyelesaikannya. Kalau kita cepat putus asa, yakin deh, tugas kita tidak akan kelar-kelar dan malah akan semakin berantakan.

2. Teliti
Bergelut di bidang akuntansi, pasti kita juga akan bergelut dengan angka-angka yang entah berapa jumlahnya. Ratusan, ribuan, jutaan, bahkan bermilyar-milyar harus kita hitung dengan teliti dan seksama. Bayangkan kalau ketika kita sedang membuat worksheet yang akunnya bejibun, kita salah menuliskan angka. Angka yang semestinya 1000000 kita tulis 100000, tentu itu akan mengacak-acak pekerjaan kita kan? Tak hanya worksheet yang akan semrawut, tapi kesalahan seperti itu juga akan sangat berpengaruh pada laporan keuangan kita yang lain. Parahnya lagi, tentu hal semacam itu akan sangat merugikan perusahaan, jika kita tidak segera memperbaikinya. Karena itu, Be focus ya!!

3. Konsentrasi
Dalam mengerjakan akuntansi, sang akuntan harus berkonsentrasi penuh dengan pekerjaannya, apalagi kalau sudah menjelang pembuatan laporan keuangan di akhir periode. Karena satu kesalahan saja akan berakibat sangat buruk dan sulit ditemukan. Makanya, berkonsentrasilah sebelum itu agar kita tidak harus bekerja dua kali dengan memperbaiki kesalahan-kesalahan yang terjadi.

4. Kerja keras
Ini point utamanya. Karena Sabar, Teliti dan Konsentrasi bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan (apalagi buat anak-anak malas seperti aku ^_^). Kita harus bekerja keras dalam melakukannya, sehingga hasil yang kita dapat dari siklus akuntansi yang kita kerjakan baik dan memuaskan.

Nah, bagi para akuntan atau orang-orang yang sedang belajar menggeluti ilmu akuntansi, silahkan tanamkan hal-hal diatas dalam diri anda, sehingga anda akan lebih mudah mengerjakannya. Selamat mencoba ya...!!
Continue...

Selasa, 08 Juli 2008

Jurus Untuk Jadi Cewek Kredibel-Femi Olivia

Semua orang pasti pernah berbicara, diskusi tentang pelajaran sekolah, mengobrol dengan keluarga, atau bergosip-gosip ria bersama teman-teman.Tapi apakah pembicaraan kita bermanfaat untuk orang lain? Sudahkah lidah kita ini kita pergunakan dengan baik? Untuk saling menasihati, berdiskusi, berkata hal-hal yang baik, atau hanya sekedar bergosip seperti wanita-wanita pada umumnya?

Maaf, aku tidak bermaksud menjudge bahwa wanita adalah si tukang gosip (aku juga ngerasa kesindir donk, aku kan juga cewek...). Tapi memang pada kenyataannya, wanita lebih banyak bicara daripada kaum pria. Dalam sehari, wanita bisa berbicara lebih dari 20.000 kata, 13.000 lebih banyak daripada pria. Tapi mengapa justru lelaki yang lebih mendominasi pasar kerja? sebagai komunikator misalnya. Padahal, jika wanita lebih meningkatkan kecerdasan berbicaranya, tentu wanita akan lebih expert daripada lelaki. Karena, wanita menggunakan lebih banyak sel otak untuk bicara daripada pria. Bahkan, menurut Dr. Brizendine, wanita memiliki 8 jalur "jalan raya" super untuk memproses emosi, sedangkan pria hanya mempunyai sebuah "jalan kecil", sehingga pria lebih tertinggal dalam berhubungan dengan emosi daripada wanita. Karena itu, percayalah bahwa wanita memiliki potensi yang besar untuk menjadi pembicara yang sukses.

Ketika kita mulai berbicara di depan umum, apa yang kita rasakan? malu, takut, gugup, dan segala perasaan aneh berkecamuk dalam hati. Perasaan itu pasti pernah dirasakan oleh setiap orang, apalagi bagi pemula.Seorang pembicara handal, tidak begitu saja berani ngomong cas-cis-cus di depan khalayak ramai, tapi ia harus berlatih sedikit demi sedikit untuk mengikis perasan-perasaan itu ketika berbicara.Kalau kita tidak dapat mengendalikannya dengan baik, itu dapat berakibat fatal bagi diri kita.

Seperti yang terjadi ketika aku mengikuti English Speech Contest di Anyer. Saat itu, setiap peserta harus menyampaikan pidatonya selama 5-7 menit disertai wawancara dari 4 juri. Satu persatu peserta menyampaikan pidatonya, ada yang lancar, ada juga yang merasa kesulitan. Sampai ketika seorang peserta dari kabupaten lain mulai menyampaikan pidatonya, ia sudah gemetar dan tidak berbicara apapun selain "Assalamualikum.Wr.Wb" dan opening yang sangat berantakan dan tersendat-sendat, sampai akhirnya ia pingsan di diatas mimbar, padahal sebelumnya ia adalah juara kabupaten. sangat memalukan bukan? bayangkan jika hal itu terjadi pada kita? Kita tidak hanya mempermalukan diri kita sendiri, tapi juga mempermalukan sekolah dan kabupaten kita. Karena itu, berlatihlah berbicara dari sekarang, singkirkan segala penghalang, dan jadilah cewek kredibel!!

Ketika kita berbicara, jadilah Ariel Si Putri Duyung dan Bella dalam cerita "Si Cantik dan Si Buruk Rupa". Jadilah Ariel, seorang wanita yang selalu melihat masalah dengan optimis, sehingga ia mampu meraih impiannya untuk menikah dengan sang pengeran. Ketika kita menghadapi masalah mental ketika tampil bicara, jadilah si optimis yang bisa mengendalikan perasaan sehingga kita dapat tampil dengan optimal. Dan jadikan diri kita Bella, seorang wanita penolong yang merasa dirinya mempunyai kemampuan lebih daripada orang lain (bukan sombong lho ya,...) sehingga ia selalu siap dan ada pada saat dibutuhkan. Ketika kita tiba-tiba ditunjuk untuk mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas, jadilah Bella yang selalu siap menghadapi segala sesuatu. Percayalah kalau kita bisa melakukannya. Jadilah penolong dengan menjelaskan hasil-hasil diskusi dan ilmu yang kita punya, sehingga teman-teman kita yang lain dapat lebih faham. Asyik kan jadi Ariel dan Bella?

Buku ini memberikan semangat kepada kita para wanita untuk berani berbicara di depan umum, menyingkirkan rasa malu, grogi, dan rasa takut yang berkecamuk dalam hati kita ketika berbicara. Femi Olivia ( Penulis buku "Jurus untuk jadi cewek kredibel") berusaha meyakinkan pembacanya untuk berani berbicara, berani bermimpi, dan berani membuat sebuah perubahan. Wanita tidak lagi hanya seseorang yang diam di rumah sebagai ibu rumah tangga, atau seorang wanita karier yang dari tahun ke tahun kariernya tidak juga menanjak. Kita diajak untuk berani menjadi seorang Oprah Winfrey, seorang pembicara handal dan sukses berkat kepiawaiannya berkomunikasi. Kita bisa menjadi Cyndi Kaplan, Chin-Ning Chu, dan wanita-wanita hebat lainnya dengan potensi yang kita miliki. Buku ini menyadarkan kita untuk tidak perlu takut lagi dalam berbicara. Buku ini berisi trik-trik menyingkirkan rasa takut, malu, tidak pede, dan segala sesuatu yang menghalangi kita dalam public speaking. Namun, menurut aku masih ada sedikit kekurangan dalam buku ini, yaitu pada segi bahasanya yang kurang menarik, sehingga para pembaca apalagi remaja kadang-kadang boring dengan materi yang disajikan (tapi itu menurutku aja lho, kalo ada yang kurang setuju, comment aja ya ^_^).
Continue...
 
cursor